Kabid Keuangan Dispenloka Kab.Taput/Kasda. David Sipahutar
Berita & Investigasi.Tarutung.
Kabid.Keuangan Dispenloka Pemkap.Taput David Sipahutar diperiksa di ruangan Unit Tipikor Polres taput pada Rabu (20/11) selama tiga jam lebih, terkait dengan adanya dugaan kasus korupsi di Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Asset Pemkab.Taput,
Menurut Kanit Ipda Krisnat Napitupulu, Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Taput,terkait dengan hal tersebut, saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan akan dilanjutkan pada Jumat (22/11) nanti.
Terkait dengan mulai terkuaknya sejumlah dugaan korupsi di instansi pemmkap taput yang dilaporkan oleh sejumlah kalangan penggiat anti korupsi dan LSM di kab.tapanuli Utara saat ini polres taput telah menambah personil guna pengusutan kasus-kasus korupsi di wilayah hukum polres taput yang selama ini belum ter ungkap,ujar Krisna dengan tegas,
Sebelumnya sesuai dengan penelusuran informasi dilapangan ,(LSM) Obor Monitoring Citra Independen (OMCI) Sumut, yang di ketuai oleh Maniur Manalu melaporkan dugaan kasus korupsi di Pemkab Taput.satunya, dugaan korupsi keuangan negara dalam nomenklatur belanja modal peralatan dapur tahun anggaran (TA) 2011 yang menurut LSM OMCI Sumut telah menyebabkan kerugian negara hingga Rp5 miliar lebih.Pada tahun anggaran 2011.Terkait dengan mulai terkuaknya sejumlah dugaan korupsi di instansi pemmkap taput yang dilaporkan oleh sejumlah kalangan penggiat anti korupsi dan LSM di kab.tapanuli Utara saat ini polres taput telah menambah personil guna pengusutan kasus-kasus korupsi di wilayah hukum polres taput yang selama ini belum ter ungkap,ujar Krisna dengan tegas,
Menurutnya, dugaan korupsi melalui nomenklatur belanja modal peralatan dapur Pemkab Taput yang tertuang dalam laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Taput tahun anggaran 2011 sebesar Rp.5.998.428.950.Dimana dalam pembiayaan belanja modal tersebut disinkronisasikan dengan lampiran III peraturan daerah Kabupaten Taput tentang P-APBD Nomor:7/2011 tertanggal 25 Desember 2011.
“Dalam lampiran tersebut total belanja modal pengadaan peralatan dapur hanya sebesar Rp788 juta yang merupakan akumulasi dari pengadaan peralatan dapur rumah jabatan/dinas sejumlah Rp420 juta. Pengadaan peralatan untuk kantor PKK sebanyak Rp50 juta, pengadaan perlengkapan rumah jabatan/dinas sejumlah Rp228 juta, serta pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan rumah jabatan sebesar Rp90 juta.
B & I( HS/AL)
B & I( HS/AL)