Tarutung,BPPKRIEWS.
Puluhan truk pengangkut kayu ekaliptus milik PT.TPL yang melintasi Jalan Desa Hutaraja Hasudutan Dusun Hau Sisada-sada Kec.Sipoholon dari Sektor Aek RajaKecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara dituding sebagai penyebab utama kerusakan jalan desa dan kecamatan di wilayah itu pada Jumat (20/03) di hadang oleh puluhan warga masyarakat.
Pasalnya jalan Kecamatan yang dilintasi berbagai jenis truk memuat kayu ekaliptus melintasi jalur jalan yang tidak sesuai dengan kelas jalan desa dan Kecamatan yang menjadi rute truk.Jalan kelas III dengan maksimal berat kendaraan yang melintasinya adalah 8 ton, sementara tonase setipa truk melintas rata-rata 10 ton hingga 15 ton sekitar 20 unit per hari.
Sesuai dengan penelusuran iformasi oleh bppkrinews , pihak dari Kecamatan Parmonangan juga sebelumnya telah menyampaikan himbauan kepada pihak Manejer TPL Sektor Aek Raja tertanggal 23 Februari 2015 yg lalu. Seharusnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara harus mengambil tindakan atas hal tersebut, sebab tingkat kerusakan jalan yang diakibatkan truk yang kelebihan tonase yang mengangkut kayu ekaliptus akan semakin parah.ujar W.Simanungkalit salah seorang warga Dusun Hau Sisada-sada.
Salah seorang Tokoh Masyarakat Dusun Hau Sisada-sada, Maju Simanungkalit pada Jumat (20/4) menyebutkan, pihak TPL Sektor Aek Raja juga tidak berkontribusi terhadap warga Hau Sisada-sada, sebap sudah selama 4 (empat) tahun kami mengajukan proposal bantuan pembangunan Rumah Ibadah Gereja HKBP, namun pada kenyataannya kami juga malah sudah mengganti proposal yg baru sebanyak 4 kali dengan alasan bahwa propsal tersebut hilang oleh pihak TPL dan itu pun bantuan yg di berikan hanya Rp.1 juta saja dan di berikan bukan melalui rekening Gereja, namun di berikan secara tunai, seperti memberi uang jajan anak-anak saja.
Di samping itu menurut D.Marbun, terjadi pula lingkungan yang merugikan masyarakat di sekitar yakni kebisingan dan getaran yang ditimbulkan truk dengan ukuran besar serta polusi udara kotor, berlumpur di musim hujan dan berdebu di musim kemarau.Kondisi ini membuat kendaraan roda dua sangat sulit berjalan apalagi roda empat. Akibat kerusakan jalan, begitu juga udara berdebu berterbangan ke rumah-rumah warga di sepanjang lintasan truk tersebut. Pemerintah Kab.Taput saat ini sedang bergiatnya memperbaiki infrastruktur jalan Desa dan Kecamatan, namun bilamana Truk pengangkut kayu TPL yg overtonase tersebut terus menerus melintasi jalan tersebut maka hal tersebut akan sia-sia.ujar Marbun.
Dalam pertemuan antara warga masyarakat serta perwakilan dari Kantor Kecamatan Sipoholon dan Polsek Sipoholon juga dari Polsek Parmonangan pada pukul 20:00 Wib. Dalam pertemuan tersebut Masyarakat meminta pihak dari kantor Camat Sipoholon agar segera mendesak Pemkab Taput menertibkan truk pengangkutan kayu ekaliptus tersebut. Selain itu pihak TPL dan Pengusaha angkutan agar menggunakan angkutan sesuai dengan kelas jalan.Karena menurutnya kegiatan tersebut menimbulkan dampak yang buruk terhadap masyarakat dan tidak sebanding dengan kontribusi yang diterima oleh pemerintah.Namun anehya dalam pertemuan tersebut pada pukul 20:00 Wib tak satupun pihak dari Dinas Perhubungan Kab.Taput serta dari Pihak PT.TPL Sektor Aek Raja turut serta hadir dalam pertemuan tersebut. (HS)