Tembok Penahan Tebing di Jalan Lintas Sipoholon Rawan Longsor.
Tarutung,BPPKRI
Sepanjang ruas jalan dari Sipoholon-Silangkitang telah beberapa kali terakhir mengalami longsor, hal ini tidak dapat dipungkiri akibat dari sejumlah pekerjaan kegiatan pembangunan tembok penahan tebing pada sejumlah proyek milik pemerintah dan swasta.Sebelumnya kejadian yang sama telah terjadi ber ulang kali pada sejumlah ruas jalan di lokasi pembangunan Kampus II STAKPN di Silangkitang. atas hal tersebut perlu adanya perhatian serius penangananya dan upaya dari segenap pihak agar hal yang serupa tidak terjadi, terutama dalam hal kualitas dan mutu pembangunan tembok penahan tersebut.
Juga hal atas terjadinya tanah longsor pada tembok penahan area asrama SMK St Nahanson, Parapat, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung- Balige Km 8 di Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (23/1).Akibatnya, material tanah dari perbukitan itu menimbun badan jalan Jalinsum setinggi 4 meter dengan panjang sekitar 30 meter. Kejadian ini mengakibat arus lalulintas kan dari arah Medan ke Tarutung dan sebaliknya putus total selama 3 jam.Berselang beberapa waktu, dua unit alat berat (Beko) milik pihak swasta terpaksa di turunkan untuk membersihkan timbunan tanah di badan jalan, dari pantauan di lapangan alat berat milik pihak instansi terkait Dinas Bina Marga Sumut dan Dinas P.U Kab.Taput datang dan itu pun hanya membantu membersihkan saja.Keterlambatan alat berat milik dinas terkait seperti Dinas Bina Marga Sumut dan Dinas P.U Kab.Taput yang dinilai minim operasional tersebut mendapat sorotan dari salah seorang Anggota DPRD Kab.Taput, Suhartono Sihombing yang langsung turun kelapangan, menurut Suhartono seharusnya dinas terkait harus lebih sigap dan tanggap bilamana ada hal-hal demikian terjadi, sudah hampir satu jam setelah kejadian namun bukan alat berat milik Dinas terkait yang tanggap, malah alat berat pihak swasta yang lebih sigap turun kelapangan, pada kemana itu semua, hal ini menjadi catatan kita ujar Suhartono ketika di konfirmasi BPPKRINEWS di
Petugas Polres Taput juga terlihat sibuk mengatur arus lalulintas. di pimpin langsung oleh Kapolsek Sipoholon, AKP IS Gultom, tingginya curah hujan sejak malam sebelumnya diduga mengakibatkan tembok dan bronjong yang dipasang tak sanggup menahan pergeseran tanah, sehingga mengakibatkan longsor.
“Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Saat informasi itu kita terima, kita langsung mengamankan lokasi untuk membersihkan badan jalan dan kelancaran arus lalu lintas normal kembali, ujarnya.
Sementara itu menurut Ketua LSM.BPPK RI KabTaput,Harapan Sagala AmK , meminta pihak terkait pembangun tembok penahan di sepanjang jalan lintas Sipoholon Silangkitang mengkaji ulang bangunan di lokasi tersebut terutama dalam hal kualitas dan mutu bangunan serta hal AMDAL dari pembangunan tersebut, karena beberapa kali telah terjadi longsor terutama di lokasi Pembangunan Kampus II STAKPN Tarutung ujar Sagal( HS-070)