BPPKRINEWS,Tarutung
Penyusunan RPJM menghakekati Permendagri No 54 Tahun 2010 tentang pelaksaan PP No 8 Tahun 2008 tentang tahapan tatacara,penyusunan , pengendalian dan evaluasi pelaksaan Rencana Pembangunan Daerah dimana salah satu tahapan yang dilaksanakan adalah melalui Forum Konsultasi Rancangan Awal RPJMD Kab.Tapanuli Utara. Dalam pidatonya,Kandidat Calon Ketua DPRD Kab.Tapanuli Utara,Ir. Ottoniyer Simajuntak menyebutkan bahwa dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2015-2019 diharapkan terlebih dahulu diadakan kajian yg sinergis dan terukur pada seluruh aspek pemerintahan. Pembangunan sosial dan masyarakat yang mengedepankan evisiensi ,efektifitas dan penghematan sesuai dengan prioritas dibutuhkan dengan menyusun perencanaan yang realitas dan berkualitas berdasarkan kebutuhan masyarakat dan bukan kerena keinginan sesaat.
Menurut Bupati Kab.Tapanuli Utara,Drs.Nikson Nababan,penyusunan RPJM Kab.Tapanuli Utara 2015-2019 merupakan
pelaksaan amanat UU No 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional
dan UU No 32 thn 2004 tentang pemerintah daerah dimana RPJM merupakan
dokumen perencanaan 5 tahunan yang
memuat misi-visi program pembangunan Kab.tapanuli utara Tahun 2015-2019 yang
selanjutnya akan dijabarkan kedalam hal kebijakan keuangan daerah,strategi
pembangunan daerah,kebijakan dan program prioritas jangka menengah derah
kab.tapanuli utara.
Sesuai amanat Permendagri No 54 Tahun 2010 bahwa RPJMD
Kab.Tapanuli Utara tahun 2015-2019 mempunyai nilai strategis didalam pelaksaan
pencapain pembangunan kab.tapanuli Utara 5 tahun kedepan, karena dokumen RPJMD nantinya
akan menjadi pedoman bagi seluruh
pemangku kepentingan baik pemerintah daerah,masyarakat, maupun dunia usaha
dalam mewujudkan misi dan misi
kabupaten tapanuli utara tahun 2015-2019 secara sinergis, koordinatif dan sampai
kedepan dalam pelaksanaanya bahwa RPJMD
kabupaten .tapanuli utara tahun
2015-2019 akan dijabarkan setiap
tahunnya kedalam rencana kerja pembangunan daerah kabupaten tapanuli utara dan
menjadi pedoman dalam penyusunan rencana strategis bagi satuan kerja perangkat daerah ,renstra
SKPD tahun 2015-2019 di lingkungan pemerintah kab.tapanuli utara,oleh karenanya
pertemuan ini memiliki arti penting
karena merupakan ” langkah awal “ didalam penyusunan dokomen perencanaan
pembangunan kabupaten tapanuli utara 2015-2019, tangga dan tiangnya hasil konsultasi ini akan dibahas lebih
lanjut dalam pertemuan musyawarah pembangunan (Musrembang) RPJP Kabupaten Tapanuli Utara 2015-2019.
Lebih lanjut menurut Drs.Nikson Nababan perumusan issue-issue strategis kabupaten tapanuli utara di identifikasi berdasarkan permasalahan serta tantangan yang dihadapi kabupaten tapanuli utara kedepan ,serta mengakomodir berbagai issue strategis pembangunan nasional maupun propinsi, sebagai bagian yang tidak yang terpisahkan dari negara kesatuan republik Indonesia dan propinsi Sumatera Utara, Kabupaten tapanuli utara perlu memperhatikan issue dan permasalahan yang terjadi , penekanan pemerintah pusat dan propinsi pada periode pembangunan berkenan yang sedang berlangsung agar program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan nantinya dapat selaras dan ter integrasi dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan propinsi
Issue-issue strategis dan permasalahan utama yang dihadapi pemerintah kabupaten tapanuli utara dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan pada 5 tahun mendatang untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat kabupaten tapanuli utara, antara lain,(1) Peningkatan akses Pendidikan yang Berkualitas, dengan mengembalikan jati diri kabupaten tapanuli utara sebagai lumbung sumber daya manusia yang handal melalui sarana pendidikan serta SMA Plus dan mendirikan perguruan Tinggi di kab.Tapanuli Utara (2)Pendidikan dan pelatihan untuk Guru serta para Guru Honorer dan serta peningkatan kesejahteraannya, (3)Peningkatan akses pelayanan di bidang pelayanan kesehatan, Peningkatan pelayanan Rumah Sakit serta Puskesmas dengan mengupayakan Dokter Spesialais Anak di setiap Puskesmas (4) Peningkatan Perekonomian Masyarakat, hal tersebut sejalan dengan program Jokowi,yakni Ekonomi Kreatif, serta pengembangan Home Industri kerakyatan (5) Peningkatan dan Kualitas Infrastruktur Daerah untuk menunjang Pembangunan, nantinya setiap kecamatan memiliki Alat berat dalam rangka membuka akses jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat serta membuka akses jalan antara kecamatan dengan daerah luar, serta peningkatan kualitas mutu jalan, (6) Good Goverment dalam rangka orientasi pelayanan kepada publik kepada Masyarakat,Pers, (7) Percepatan pembangunan Pedesaan yang berkualitas, dan pengembangan ekonomi mikro di pedesaan (8) Peningkatan minat generasi muda terhadap seni budaya dan olah raga melalui sarana dan prasarana,(9) Pemanfaatan lahan-lahan tidur di kecamatan dan pedesaan ,(10) Pemanfaatan sumber daya alam guna peningkatan pendapatan daerah (PAD)
Sebagai Narasumber dalam hal Forum Konsultasi Rancangan Awal RPJMD Kab.Tapanuli Utara yakni dari LPM Universitas HKBP Nomensen Medan yakni Prof.Dr.Monang Sitorus Msi, Ir.Rosminta Simajuntak MP, Dr.Ir.Erika Pardede MAPP.SC,Prof.Dr.Albiner Siagian M.Kes, Hotlas Pardede, serta juga dihadiri oleh para Ketua Komisi A,B,C serta para Anggota dari DPRD Kab.Taput.Sejumlah pimpinan SKPD,BUMD serta dari tokoh masyarakat Taput yakni, Josep Nanababan (mantan Dir Bank Bumu Daya),Sarlandy Hutabarat.
(cc.Nico.S/humas)
Issue-issue strategis dan permasalahan utama yang dihadapi pemerintah kabupaten tapanuli utara dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan pada 5 tahun mendatang untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat kabupaten tapanuli utara, antara lain,(1) Peningkatan akses Pendidikan yang Berkualitas, dengan mengembalikan jati diri kabupaten tapanuli utara sebagai lumbung sumber daya manusia yang handal melalui sarana pendidikan serta SMA Plus dan mendirikan perguruan Tinggi di kab.Tapanuli Utara (2)Pendidikan dan pelatihan untuk Guru serta para Guru Honorer dan serta peningkatan kesejahteraannya, (3)Peningkatan akses pelayanan di bidang pelayanan kesehatan, Peningkatan pelayanan Rumah Sakit serta Puskesmas dengan mengupayakan Dokter Spesialais Anak di setiap Puskesmas (4) Peningkatan Perekonomian Masyarakat, hal tersebut sejalan dengan program Jokowi,yakni Ekonomi Kreatif, serta pengembangan Home Industri kerakyatan (5) Peningkatan dan Kualitas Infrastruktur Daerah untuk menunjang Pembangunan, nantinya setiap kecamatan memiliki Alat berat dalam rangka membuka akses jalan menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat serta membuka akses jalan antara kecamatan dengan daerah luar, serta peningkatan kualitas mutu jalan, (6) Good Goverment dalam rangka orientasi pelayanan kepada publik kepada Masyarakat,Pers, (7) Percepatan pembangunan Pedesaan yang berkualitas, dan pengembangan ekonomi mikro di pedesaan (8) Peningkatan minat generasi muda terhadap seni budaya dan olah raga melalui sarana dan prasarana,(9) Pemanfaatan lahan-lahan tidur di kecamatan dan pedesaan ,(10) Pemanfaatan sumber daya alam guna peningkatan pendapatan daerah (PAD)
Sebagai Narasumber dalam hal Forum Konsultasi Rancangan Awal RPJMD Kab.Tapanuli Utara yakni dari LPM Universitas HKBP Nomensen Medan yakni Prof.Dr.Monang Sitorus Msi, Ir.Rosminta Simajuntak MP, Dr.Ir.Erika Pardede MAPP.SC,Prof.Dr.Albiner Siagian M.Kes, Hotlas Pardede, serta juga dihadiri oleh para Ketua Komisi A,B,C serta para Anggota dari DPRD Kab.Taput.Sejumlah pimpinan SKPD,BUMD serta dari tokoh masyarakat Taput yakni, Josep Nanababan (mantan Dir Bank Bumu Daya),Sarlandy Hutabarat.
(cc.Nico.S/humas)