BPPKRINEWS,Tarutung
Berdasarkan Investigasi LSM.BPPK RI ,Kamis(18/9), menurut Sekretaris LSM.BPPK RI
Kab.Taput Aser Sagala SP ,diketahui bahwa sebanyak 12 unit mesin Pengupas
Biji Kopi Manual dan 1 Unit Handtraktor mini
serta 2 Unit Mesin pemipil jagung di temukan “Tersimpan Rapi” di gudang UPT-BPT
Siarang-Arang yang notabenenya adalah
pengadaan TA.2013.
Sebagaimana
diketahui sebelumnya,bahwa seluruh
kelompok tani penerima bantuan Alsintan TA.2013 bertempat di kantor Bupati kab.Taput pada
waktu yang lalu, Pemkab Taput secara simbolis telah menyerahkan alsintan kepada
kelompok tani, akan tetapi dengan jawapan dari Dinas terkait,bahwa penumpukan
Alsintan tersebut dikarenakan kelompok tani belum mengambil “barang” tersebut
sangatlah tidak Logika, bagaimana mungkin sampai dengan bulan September 2014
ini Kelompok tani yang dimaksudkan belum mengambil barang tersebut ? apakah
memang Kelompok Tani di Kab.Tapanuli Utara sudah tidak lagi membutuhkanya,ataukah
barang tersebut adalah “Barang Panas” ujar Aser Sagala.SP
Dari
penjelasan Kepala Dinas Pertanian dan
Perkebunan Kab.Taput Ir.Jhon Harry Marbun, bahwa alasan penumpukan Alsintan
tersebut dikarenakan kelompok tani yang bersangkutan sampai dengan saat ini belum mengambil barang tersebut, Jhon Harry
juga menyebutkan, bahwa adanya 1 Unit Handtraktor
mini yang belum diambil oleh kelompok tani yang bersangkutan dan hal
tersebut telah dibuatkan Nota nya kepada Bupati Kab.Taput , Namun terkait
dengan 2 Unit Mesin pemipil jangung dan Mesin pengupas kopi Manual tersebut,
Kadis Pertanian dan Perkebunan Kab.Taput tidak dapat menjelaskannya.
Terkait
dengan adanya temuan tersebut juga menurut Aser Sagala SP menyebutkan, kiranya
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dapat segera menyalurkan Alsintan tersebut
kepada Kelompok tani penerima Alsintan,akan tetapi bilamana “Barang” tersebut
bukanlah milik kelompok tani yang harus di berikan kepada kelompok tani yang
pembiayaannya bersumber dari dana APBD Kab.Taput TA.2013 dan “Tersimpan Rapi”
di Gudang UPT-BPT Siarang-Arang, maka
segenap unsur masyarakat patut untuk mempertanyakan dan
menindaklanjutinya.(AS/HS)