BPPK RI,Taput
Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 23 Januari lalu. Guna mensukseskan perhelatan lima tahunan tersebut dalam pertemuannya, Pasangan nomor urut 5, Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir telah menggandeng atau mengadakan koalisi dengan beberapa pasangan calon bupati dan wakil bupati sebelumnya yang tidak ikut lagi di Pilkada Taput putaran kedua, yaitu paslon nomor urut 3 David Hutabarat dan paslon nomor urut 6 Banjir Simanjuntak sehingga Pilkada Taput putaran kedua nantinya dapat dimenangkan pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir yang diusung partai PDI Perjuangan, Barnas, Buruh dan Patriot.
Pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 23 Januari lalu. Guna mensukseskan perhelatan lima tahunan tersebut dalam pertemuannya, Pasangan nomor urut 5, Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir telah menggandeng atau mengadakan koalisi dengan beberapa pasangan calon bupati dan wakil bupati sebelumnya yang tidak ikut lagi di Pilkada Taput putaran kedua, yaitu paslon nomor urut 3 David Hutabarat dan paslon nomor urut 6 Banjir Simanjuntak sehingga Pilkada Taput putaran kedua nantinya dapat dimenangkan pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir yang diusung partai PDI Perjuangan, Barnas, Buruh dan Patriot.
Selain kedua paslon diatas, paslon lainnya yakni REL dan Sanggam Hutagalung juga memberikan sinyal dukungan kepada pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir. Hal itu terlihat saat paslon nomor 3 David Hutabarat dan Banjir Sianjuntak paslon nomor 6 juga mengutarakanya pada saat mengadakan jumpa pers dengan Nikson Nababan di Jalan Makmur Siborong-borong, Senin (27/1).
“Kami datang kesini untuk memberikan dukungan penuh dan merapatkan barisan untuk memenangkan pasangan nomor urut 5 Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir di Pilkada Taput putaran kedua nanti”,kata David Hutabarat dan Banjir Simanjuntak dihadapan puluhan wartawan cetak dan elektronik yang diundang hadir.
Dikatakan David Hutabarat, yang sebelumnya paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 yang memperoleh suara diurutan ke-tiga saat Pilkada Taput putaran pertama,10 Oktober 2013 lalu bahwa dirinya memilih mengadakan koalisi atau merapatkan barisan ke kubu pasalon nomor urut 5 adalah karena persamaan pemikiran dalam hal membawa perobahan yang lebih baik lagi di kabupaten Taput.
Dimana menurutnya, bahwa selama ini tidak ada perobahan yang signifikan terlihat dikabupaten julukan “Bona Pasogit” ini. Seperti halnya penempatan pejabat birokrasi yang tidak sesuai harapan masyarakat atau tidak sesuai bidangnya masing-masing, melainkan atas sesuka hati dari penguasa sehingga apa yang diharapkan dalam hal pembangunan dan kemajuan Taput sangat jauh dari yang diharapkan.
“Saya pribadi hadir disini untuk merapatkan barisan kepada pasangan nomor urut 5 Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir karena pemikiran kami sama persis dalam hal perobahan akan kemajuan Tapanuli Utara kedepannya, terutama dalam hal penempatan birokrasi pemerintah. Dimana selama ini yang terjadi bahwa penempatan birokrasi pemerintah itu tidak dilakukan atas kemampuan atau track record si PNS tersebut, melainkan atas suka dan tidak suka dari penguasa. Sehingga apa yang diharapkan masayarakat akan kemajuan kabupaten Bona Pasogit ini menjadi sirna”,ungkap David Hutabarat yang saat ini sebagai Ketua KNPI Taput periode 2013-2016.
Dikatakan David, selama ini dirinya sudah jenuh melihat situasi Taput yang keadaannya sangat jauh tertinggal dari kabupaten tetangga. Untuk itu, guna memenangkan paslon Nikson-Mauliate, dirinya bersama seluruh tim suksesnya saat Pilkada Taput putatan pertama akan bekerja keras untuk menyakinkan masyarakat Taput yang ada di 15 kecamatan agar memberikan pilihan dan dukungannya kepada nomor urut 5 Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir di Pilkada Taput putaran kedua nanti.
“Saya akan menyerukan kepada seluruh pendukung saya yang ada di 15 kecamatan secara khusus dan umunya kepada seluruh masayarakat kabupaten Taput sehingga mereka nantinya memberikan pilihannya kepada nomor urut 5, Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir di Pilkada Taput putaran kedua nanti”,ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Banjir Simanjuntak. Menurut paslon bupati nomor urut 6 yang memperoleh suara urutan ke 6 saat Pilkada Taput putaran pertama ini bahwa dirinya menjatuhkan pilihannya bergabung ke kubu paslon nomor urut 5 Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir karena dirinya melihat bahwa paslon inilah yang pas dan cocok untuk membawa perobahan kearah yang lebih maju dan berkembang lagi di Taput lima tahun kedepannya.
Sebab, menurut Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Taput ini bahwa Taput sudah jauh tertinggal dari kabupaten tetangga seperti Tapanuli Tengah dan Humbang Hasundutan yang umurnya baru 10 tahun sejak dimekarkan dari Tapanuli Utara.
“Saya hadir disini untuk menyatakan dukungan kepada Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir di Pilkada Taput putaran kedua nanti karena paslon inilah yang saya lihat bisa membawa Taput keluar dari keterpurukan saat ini,”ujarnya Banjir Simanjuntak .
Sebab, untuk membawa Taput keluar dari keterpurukan ini, menurut purnawirawan Polri yang pernah menjadi Ketua Tim Sukses “Toba” (Torang Lumban Tobing-Bangkit Silaban-red) saat Pilkada Taput sebelumnya ini harus orang yang benar-benar mempunyai SDM dan visi misi yang jelas.
“Dan saya yakin, bahwa paslon Nikson Nababan-Mauliate Simorangkirlah orangnya, selain mereka ini berpendidikan yang mumpuni, juga sudah berpengalaman dalam hal birokrasi seperti pak Mauliate Simorangkir yang pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan di Taput dan saat ini sebagai Dosen di Lemhanas”,ujarnya.
Nikson Nababan dalam sambutannya sangat berterima kasih akan kehadiran Banjir Simanjuntak dan David Hutabarat datang merapatkan barisan untuk memenangkan paslon nomor urut 5 Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir di Pilkada Taput putaran kedua nanti.
“Saya selaku pribadi, dan atas nama paslon nomor urut 5 sangat berterimakasih atas kehadiran bapak Banjir Simanjuntak dan bapak David Hutabarat untuk merapatkan barisan dengan kita untuk memenangkan Pilkada Taput putaran kedua nanti”,kata Nikson Nababan.
Nikson juga menyampaikan bahwa paslon lain yang sudah tidak ikut lagi menjadi peserta putaran kedua seperti REL dan Sanggam Hutagalung juga sudah memberikan sinyal dukungan kepada dirinya dan pasanagannya. Namun karena kesibukan kedua orang tersebut sehingga tidak bisa hadir dalam acara jumpa pers tersebut.
“Saya juga sudah mengadakan komunikasi dengan ibu REL dan bapak Sanggam Hutagalung, dimana mereka sudah memberikan sunyal dukungan kepada kita, namun karena kesibukan beliau makanya tidak hadir disini”,ujar Nikson Nababan.
Sementara itu, dalam paparannya jika Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir terpilih nantinya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara di Pilkada Taput putaran kedua, dirinya bersama pasangannya akan membuat program kerja secara berkala dan berkesinambungan.
Dimana dalam 100 hari setelah dirinya dan pasangannya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Taput periode 2014-2019 akan menitik beratkan pada efisiensi dan evaluasi seluruh PNS yang bekerja di lingkungannya, terutama mengevaluasi seluruh pimpinan birokrasi yang ada. Setelah itu baru memperbaiki infrastruktur yang saat ini terlihat amburadul karena minimnya perawatan dan perbaikan.
“Di program kerja 100 hari setelah saya terpilih dan dilantik menjadi Bupati Taput, pertama-tama saya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh pimpinan SKPD, dan mengembalikan mereka-mereka (PNS) yang pernah diberlakukan sesuka hati oleh penguasa kepada rohnya semula. Setelah itu, saya akan menitik beratkan pada perbaikan infrastruktur, dimana saat ini sudah terlihat sangat memilukan karena terlihat seolah tidak diperdulikan lagi oleh penguasa karena tidak ada perbaikan dan perawatan”,tegas Nikson Nababan.
Nikson Nababan juga berpesan kepada seluruh PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Taput agar tetap menjaga kenetralitasannya dalam menghadapi Pilkada Taput putaran kedua ini.
Sebab, jika seorang PNS tidak lagi netral dengan menjadi tim sukses dari salah satu paslon maka itu sudah melanggar peraturan perundang-undangan tentang PNS. Selain itu, Nikson Nababan juga meminta kepada para penyelenggara Pilkada Taput seperti KPU, Panwaslu, Kepolisian dan Kejaksaan agar benar-benar bekerja dan jujur profesional terutama tidak memihak karena itu akan menciderai alam demokrasi di Tapanuli Utara, dan tetap menjaga kekondusifan kabupaten Bona Pasogit.* (CCf)B&I