Hubungi Kami Tlp.081265186770.

Aroma Busuk Limbah PT.Toba Pulp Lestari Resahkan Warga Kab.Tobasa

Aroma Busuk Limbah PT. TPL
Ditulis oleh Mingguan BAKINNews   
Senin, 13 Pebruari 2012 06:49
Balige (Sumut), BAKINNews---Sejumlah warga Kabupaten Toba Samosir atau Tobasa, Sumatera Utara, mengeluhkan bau busuk dari limbah PT. Toba Pulp Lestari yang beroperasi didaerah tersebut, sebab aromanya dirasakan sangat mengganggu bagi masyarakat setempat. “Banyak warga mengeluhkan bau busuk yang dikeluarkan limbah pabrik pengolah pulp yang beroperasi di Kecamatan Parmaksian tersebut.
Aroma tidak sedap itu muncul, karena pengoperasian pabrik bubur kertas tersebut belum melaksanakan penanganan limbah secara maksimal, sehingga menghasilkan bau busuk yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu derajat kesehatan. Bahkan bagi warga masyarakat sekitar, aroma tersebut sudah tak asing lagi yang mana dalam hal penanganan lingkungan, PT. TPL yang dulunya bernama PT. Indorayon tersebut belum sepenuhnya memenuhi standard, sesuai Undang-Undang lingkungan Nomor 32 Tahun 2009.
 Dalam pengamatan BAKINNews pada, Jumat (10/02) pembuangan limbah cair ke media lingkungan alam (ke sungai Asahan) dan udara yang sangat membahayakan sehingga sangat berpotensi menimbulkan pencemaran bagi sungai dan kerusakan ekosistem lainnya yang mana limbah cair tersebut juga ikut digunakan untuk pembangkit tenaga PLTA sebagai sumber energi listrik.
Salah seorang warga masyarakat yang turut serta mendampingi BAKINNews disekitar lokasi PT. TPL, op. J. Sitorus menyatakan, adanya paradigma baru dari perusahaan yang akan menghasilkan perbaikan dan terobosan ke arah lebih baik menyangkut penanganan ramah lingkungan. Namun ironinya hingga sekarang warga setempat terus mengeluh, terutama yang tinggal diwilayah sekitar pabrik, karena terganggu aroma busuk yang dikeluarkan pabrik serta masih banyak lagi pengaduan masyarakat, terkait penanganan buruk PT. TPL menyangkut lingkungan,” ujarnya.
Sitorus juga menambahkan, jika pihak manajemen PT. TPL tidak mampu memenuhi semua persyaratan yang semestinya harus dilengkapi, sudah perlu untuk dikaji ulang pabrik tersebut, karena kemungkinan diyakini telah terjadi kekeliruan saat melakukan study kelayakan, termasuk juga dalam hal pengelolaan limbah cairnya. Oleh karna itu op. J. Sitorus sangat mengharapkan kiranya pihak manajemen PT. TPL serta Pemerintah Pusat untuk memperhatikan penanganan masalah bau busuk yang hingga saat ini terus-menerus dikeluarkan dari pabrik tersebut. Op J. Sitorus juga menambahkan akibat dari polusi udara yang terus menerus tersebut juga berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, terutama para balita yang dapat memicu terjadinya peningkatan penyakit Ispa (Insfeksi Saluran Pernapasan). Pada saat hal tersebut hendak dikonfirmasi langsung ke pihak PT. TPL oleh BAKINNews pihak PT. TPL tidak bersedia memberikan penjelasan, dengan berbagai alasan dan terkesan menghindar. BIN HS/770
Share on Google Plus

About www.bppkrinews.com