BPPK RI,
PLTP. Sarulla di Sumatra Akan Menjadi yang Terbesar di Dunia. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla di Sumatera Utara akhirnya bisa dimulai kembali setelah terkatung-katung sejak 1990. Hari ini pemerintah menandatangani amandemen kontrak sehingga paling lambat tahun depan bisa dimulai pembangunan fisiknya dan 2016 sudah menghasilkan listrik.
Dari informasi yang dihimpun, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, mengatakan kelegaan bahwa akhirnya proyek ini mulai jelas kembali dan amandemen kontrak jual beli listrik dan kontrak operasi bersama dengan konsorsium baru bisa ditandatangani.
Jero mengungkapkan kelegaan bahwa benang kusut yang menghambat proyek Sarula ini akhirnya selesai. “Harapan saya proyek PLTP Sarulla ini bisa segera groundbreaking sebelum pemerintahan Kabinet ini berakhir Oktober 2014 nanti,” katanya.
Untuk itu Jero meminta setiap pejabat dan swasta yang terlibat dalam proyek ini bisa mempercepat semua urusannya. “Kalau ada yang menghambat, silakan telepon saya,” ujarnya.
Proyek Sarulla ini, kata Jero, sangat penting bagi Indonesia, sebagai proyek panas bumi terbesar di dunia, Sarulla ini bisa menghemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun. Pembangkit ini bisa menghasilkan listrik 330 megawatt atau cukup untuk menerangi 366 ribu rumah dengan kapasias masing-masing 900 watt.
“Besar manfaatnya, bisa hemat subsidi listrik Rp 4 triliun per tahun, apalagi kapasitasnya sangat besar, ini tentunya dapat membantu masyarakat yang terus ingin pasokan listrik,” tandasnya.
Wakil Presiden Boediono juga mengungkapkan hal serupa. “Saya mengapresiasi semua menteri yang aktif mendobrak dan mengurai benang kusut proyek PLTP Sarulla ini,” kata Boediono.
Boediono mengatakan dana investasi proyek ini sangat besar, yakni US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 14 triliun). “Dana investasinya sangat besar kalau pakai dana APBN semua sulit, makanya gandeng swasta, pasalnya investasinya mencapai US$ 1,5 miliar,” ucapnya.
Proyek Sarulla berlokasi di Wilayah Kerja Pertambangan Panasbumi Sarulla milik PT Pertamina Geothermal Energy di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.
Bertindak selaku kontraktor dari PT PGE adalah Konsorsium perusahaan Indonesia yakni Medco, dua perusahaan Jepang yakni Itochu dan Kyushu, serta satu Amerika Serikat asal Israel, Ormat.
Pembangunan pembangkit Sarulla akan dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama akan beroperasi tahun 2016, tahap kedua beroperasi tahun 2017 dan tahap ketiga beroperasi 2018.(HS)