BPPKRINEWS,Tarutung
“Pengembangan bandara silangit merupakan mimpi dan harapan seluruh warga masyarakat di kawasan Tapanuli raya. Kita jangan pikirkan dulu apakah pengembangan ini akan memberikan keuntungan atau malah rugi. Yang pasti dengan adanya kemudahan transportasi, bandara silangit bisa menjadi pilihan bagi seluruh warga kawasan yang berada di pinggiran danau toba,Tapanuli tengah dan Selatan dan bahkan juga warga Simalungun jika ingin pergi ke luar daerah seperti medan atau daerah lainnya di luar Tapanuli,”kata Bupati Taput Nikson Nababan saat membuka acara pertemuan bersama Pemkab Taput dan AP II dan sekaligus dalam rangka sosialisasi rencana induk bandara silangiyang dihadiri juga oleh perwakilan manajeman maskapaia penerbangan Wings dan Susi Air.
Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan membeberkan potensi pertambahan penumpang dari dan ke kawasan Tapanuli Utara yang akan ikut bertambah seiring dengan dikembangangkannya Bandar udara silangit menjadi bandara tujuan wisata bertaraf internasional yang nantinya dapat didarati oleh pesawat berbadan besar sebagaimana yang pernah diwacanakan oleh Angkasa Pura (AP) II. Nikson membeberkan hal tersebut ke perwakilan AP selaku pengelola bandara silangit dalam pertemuan dengan Pemkab Taput,di Hotel Sentosa, Muara, Kamis (11/6), untuk menyakinkan AP II segera mempercepat proses pengembangan.
Nikson juga menjelaskan factor yang mendukung potensi peningkatan jumlah penumpang seiring dengan dikembangkannya bandara silangit tersebut.Mulai dari budaya suku batak yang sudi bepergian jauh untuk mengikuti acara adat. Dari sektor agama dimana di Tapanuli utara merupakan kantor pusat dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) salah satu gereja terbesar di Asia. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di sarulla oleh PT.Sarulla Operation limited dan proyek pembangkit listrik lainnya di Taput juga mendatangkan banyak orang asing yang tentunya membutuhkan tranportasi yang sangat cepat dari luar menuju Tapanuli dan sebaliknya.
Dan yang tak kalah penting, pengembangan bandara silangit ini sebagai upaya dalam mendukung geopark kaldera toba menjadi wisata warisan dunia yang tentunya kemudahan transportasi dari dan ke danau toba sangat dibutuhkan oleh para wisatawan dari mancanegara nantinya.
“Oleh karena itu kita mengharapkan pengembangan bandara silangit dapat segera dilaksanakan. Kita pun mungkin akan beraudiensi dalam waktu dekat ini ke Kementrian Perhubungan.Untuk AP II, kita juga akan minta data dari mereka apa saja yang perlu kami persiapkan sehingga proses pengembangan ini dapat segera berjalan,”katanya.
Sementara itu, Eko Wahyudi, dari kantor pusat AP II dalam kesempatan itu mengatakan, pengembangan bandara silangit memang tidak akan dapat diselesaikan dalam jangka 1 sampai 2 tahun saja.Namun pun demikian, katanya, dia meminta Pemerintah dan masyarakat untuk tetap optimis.
“Mengenai pengembangan ini juga masih ada yang harus kita lengkapi dokumen –dokumen. Makanya kita sangat membutuhkan dukungan dari Bupati Taput dan Gubernur Sumatra Utara. Setelah dokumen itu lengkap, kita akan buat konsep sebelum nantinya akan ditetapkan menjadi peraturan menteri perhubungan.Karena untuk dapat memulai pengembangan ini harus ada peraturan menteri perhubungan sesuai dengan amanah undang -undang,”katanya.
Sedangkan,Kepala Bandara Silangit, Edward Rajagukguk mengatakan bahwa, sebelum proses pengembangan ini dapat dilaksanakan, pembebasan lahan untuk pengembangan bandara silangit tersebut dapat dilaksanakan oleh tim pengadaan tanah bentukan Pemkab Taput.“Silahkan saja diajukan pengusulan anggaran untuk pembiayaan pembebasan lahan ke AP II.Kalau memang lahan itu sudah tidak bermasalah, maka akan dibayarkan. Dan itu juga menandakan bahwa AP II telah menganggarkan dana untuk pengembangan bandara silangit ini,”katanya.
Mewakili DPRD Taput, Wakil Ketua Reguel Simanjuntak mengharapkan AP II maupun pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pengembangan bandara silangit tersebut.Dia berharap,agar rencana pengembangan bandara silangit jangan hanya sekadar wacana.”Kami dari DPRD Taput juga dengan resmi akan duduk bersama dengan Pemkab Taput untuk membahas ini. Bagaimana supaya kami bisa menerima jawaban yang pasti mengenai pengembangan bandara silangit ini,” katanya.Selain rencana pengembangan, dalam kesempatan tersebut,Reguel juga meminta kepastian jadwal penerbangan oleh maskapai yang menbuka penerbangan di bandara silangit. Karena berdasarkan pengalamnnya, jadwal penerbangan oleh maskapai penerbangan di bandara silangit tidak pasti.
“Ketidakpastian jadwal itu sangat merugikan kita.Misalnya, kita mau cepat ke Jakarta. Saat kita hubungan pihak maskapai di bandara silangit, mereka jawab penerbangan tidak tentu. Kita harapkan kepastian jadwal itu ada. Selain itu, kalai bisa jadwal penerbangannya juga agar dapat diperbanyak. Jangan hanya tiga kali dalam seminggu,”ujarnya.(Relis Humas Sekdakabtaput:J.S)