Tarutung,BPPKRINEWS
Dalam perkembangan kepariwisataan Indonesia dituntut untuk dapat mengadaptasi diri terhadap perkembangan pada skala nasional, regional dan internasional. Keberhasilan pembangunan kepariwisataan ditentukan oleh tiga faktor yaitu keberhasilan dalam pemasaran, pengembangan produk dan keberhasilan meningkatkan sumber daya manusia.Keberhasilan dalam sektor pariwisata secara umum ditunjang oleh Infrastuktur yang memadai.
Bidang kepariwisataan terbukti dapat meningkatkan pembangunan daerah dan meningkatkan perekonomian rakyat secara global . Terkait dengan hal tersebut , dari beberapa kawasan kepariwisataan di tapanuli utara Wisata Salib Kasih yang terletak di Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara, Air Soda serta wilayah Kecamatan,Muara dan Air Panas Sipoholon adalah salah satu dari beberapa kawasan yang berpotensi untuk diolah menjadi lahan devisa bagi pendapatan daerah khususnya dan nasional pada umumnya yang akan menjadi alternatif lain dari objek wisata yang ada di wilayah Sumatera Utara serta kawasan destinasi Danau Toba secara khusus.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kab.Taput Gibson Siregar di dampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Kab.Taput R.Silaban, kepada bppkrinews menyebutkan,Harapan ini sejalan dengan strategi pembangunan kepariwisataan Indonesia yang mengemban misi untuk memberdayakan perekonomian rakyat dan tidak terlepas dari geografis Tapanuli Utara yang berada di jalur lintas Sumatera sebagai pendorong kepariwisataan di Tapauli Utara serta Sebagaimana dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten tapauli utara dalam hal terkait pariwisata.
Optimalisasi sektor pariwisata dan peningkatan daya tarik wisata di Kabupaten Tapanuli Utara berbasis kerakyatan atau community-based tourism development (CBT) telah kita giatkan dengan kegiatan membangun dan mengelola objek dan daya tarik wisata melelui berbagai event=event skala nasioal dan internasioal beserta pembenahan prasarana dan sarana yang diperlukan atau kegiatan mengelola objek dan daya tarik yang ada baik upaya modernisasi objek-objek dan daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner dan minat khusus.
Menurut Gibson Siregar, Pengembangan pariwisata secara khususnya di tapauli utara merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek di luar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung akan kelangsungan pengembangan pariwisata.
Selain itu, menurut Gibson yg di konfirmasi diruang kerjaya pada Selasa(24/3) kepada bppkrinews menyebutkan dalam mendukung Geopark Kaldera Toba masuk dalam Global Geopark Network (GGN) dimana Tim dari Unesco akan berkunjung ke kawasan Danau Toba pada bulan April 2015 mendatang.“Kita berharap masyarakat se kawasan Danau Toba yang mana juga Kabupaten Tapauli Utara termasuk di dalamnya,untuk mengerti bahwa dengan masuknya nanti Geopark Kaldera Toba dalam GGN Unesco, maka akan banyak keuntungan ke depan yang diperoleh masyarakat setempat dengan meningkatnya infrastruktur pembangunan sarana prasarana, kemajuan ekonomi, pariwisata, dan sebagainya.
Juga halnya dalam mendukung capaian sektor pariwisata sebagaimana dengan rencana strategis dan rencana rutinitas yg telah kita rumuskan sebelumnya secara global oleh pemerintah daerah sebagai fasilitator dan masyarakat serta pelaku usaha sektor pariwisata, Menurut Gibson kiranya adanya kesadaran masyarkat untuk dapat mendukung sepenuhnya dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Tapanuli Utara, ujar Gibson.(h.sagala)