"SENDRATARI PENGANGKATAN RAJA SISINGAMANGARAJA XII DIPENTASKAN"

Medan.bppkrinews.
Pemkab Toba Samosir (Tobasa) menggelar persembahan Malam Kesenian Tobasa di arena Pekan Raya Sumatera Utara, Kamis (03/04) di Medan. Pagelaran malam kesenian ini, dengan persembahan puncak dengan pementasan Sendratari Pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII oleh Sanggar Lusido Ajibata, berhasil memukau ribuan pasang mata pengunjung open stage arena PRSU.
Pemkab Toba Samosir (Tobasa) menggelar persembahan Malam Kesenian Tobasa di arena Pekan Raya Sumatera Utara, Kamis (03/04) di Medan. Pagelaran malam kesenian ini, dengan persembahan puncak dengan pementasan Sendratari Pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII oleh Sanggar Lusido Ajibata, berhasil memukau ribuan pasang mata pengunjung open stage arena PRSU.
Dalam sendratari ini, para penari berhasil menggambarkan alur cerita, tata cara pengangkatan Raja Sisingamangaraja XII “Satti Raja” (raja yang sakti dan berwibawa-red), da menjadi panutan rakyatnya. Para penari juga membawakan ritual-ritual mekanisme pemilihan raja melalui ritual ke-Batak-an, diantaranya ritual “Raja Parhata, Pamitta Gondang, Datu Bolon, Sibaso Bolon dan Siloan Nabolon”.

Sebelumnya di awal pementasan, tampil Polisi Cilik yang berasal anak-anak sekolah dasar Bona Pasogit mempersembahkan keterampilannya serta tortor polisi cilik yang dibina Polres Tobasa. Anak-anak sekolah ini berhasil mengkreasikan tugas-tugas kepolisian melalui tortor dan gerakan-gerakan yang mampu menghibur para penonton.


Bupati mengakui, Tobasa memiliki ragam karya seni budaya yang diwariskan para leluhur, sebagai suatu kebanggaan masyarakat Tobasa. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh pihak sehingga dapat dilestarikan dan diwariskan, mengingat budaya tersebut telah menggambarkan falsafah hidup masyarakat Tobasa dalam bertindak, bertutur, dan berperilaku. “Kekayaan nilai budaya ini menjadi suatu kebanggan tersendiri buat masyarakat Tobasa”, kata Kasmin.

(Humas Kab.Tobasa)