
PANDAN,TAPANULI TENGAH
Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang SH.M.Hum, menyebut peran wartawan sangat besar dalam memajukan pembangunan daerah. Hasil sebuah pemberitaan wartawan bisa menyamai kinerja seorang kepala daerah.
“Untuk membangun Tapteng, saya bagi tugas 50:50 dengan wartawan,” kata Raja Bonaran di hadapan pemimpin dan perwakilan pimpinan media cetak dan elektronik se Sumatera Utara di aula Hotel Bumi Asih Pandan, Kab. Tapteng, Selasa (25/3).
Pertemuan ini merupakan puncak silaturahmi Pemkab Tapteng bersama pimpinan media se Sumut dan Kabiro Mingguan se-Tapteng dan juga dihadiri Sekda Tapteng, Drs Hendri Susanto Lumbantobing Msi, Staf Ahli, Asisten, dan SKPD se-Tapteng, Senin-Rabu (24-26/3). Sebelumnya rombongan diajak mengunjungi tempat wisata sejarah, agama, air terjun, dan bahari di Pulau Mursala.
Hadir Ketua PWI Sumut, Muhammad Syahrir, Ketua AJI Medan, Sutana Monang Hasibuan, Ketua IJTI Sumut, Edi Irwan, para pemimpin redaksi, koordinator liputan media se Sumut, serta kepala biro koran mingguan se Tapteng.
Silaturahmi ini merupakan agenda tahunan Pemkab Tapteng, dan sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Bupati Bonaran Situmeang ingin berterimakasih atas pemberitaan berbagai media yang telah membantu tugasnya dalam 2,5 tahun membangun Tapteng.
Di hadapan ratusan awak media, Bupati Tapteng mengungkapkan rasa kecewanya kepada para pejabat yang hingga hari ini masih alergi kepada wartawan. Apalagi pejabat tersebut seorang kepala daerah atau pimpinan sebuah lembaga pemerintahan.
“Awal kepemimpinan saya sebagai Bupati Tapteng, pimpinan SKPD sangat takut berhadapan dengan wartawan. Banyak yang sering keluar dari pintu samping atau pintu belakang kantornya, karena di depan ada wartawan,” ujarnya.
Mantan pengacara ini meyakinkan para pejabat di Tapteng, tentang pentingnya bersahabat dengan pers. Apalagi dia sendiri sudah mengalami bagaimana wartawan membesarkan namanya lewat pemberitaan, saat mendampingi kliennya Anggodo Widjojo.
“Pada rapat pertama pembahasan program pembangunan Tapteng lima tahun ke depan, saya undang dan tempatkan teman-teman wartawan di tengah lingkaran meja para pimpinan SKPD. Saya mau tunjukkan bahwa wartawan bukan untuk ditakuti, tapi dikawani,” terangnya.
Terkait sama besarnya peran Bupati Tapteng dengan wartawan dalam membangun daerah, kata Bonaran, dapat dibuktikan. Pemprov Sumut dan Kementerian PU pada tahun ini mengalokasikan dana ratusan miliar membangun sarana infrastruktur jalan di Tapteng.
“Saya tidak tahu itu berita media cetak atau elektronik. Namun, pemerintah atasan membangun Jalinsum Pandan ke batas Kab. Tapsel mulai bulan September nanti, setelah ada pejabat yang melihat berita tentang buruknya kondisi jalan tersebut,” kata Bonaran.
Di pertemuan ini, Bonaran juga menjelaskan segudang program pembangunan lokasi pariwisata di Tapteng., baik yang sudah, sedang, dan akan dibangun. Seperti wisata bahari Pulau Mursala dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Pembangunan, komplek Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi sebagai situs sejarah awal mula masuknya Islam ke Indonesia. Pembangunan Christmas Mountain, air terjun Sihobuk, Pantai Bosur, Tapteng Sport Fishing Area, dan lainnya. Intinya, fokus pembangunan Tapteng saat ini adalah bidang pariwisata.
“Saya atas nama Bupati Tapteng, meminta teman-teman media cetak, elektronik, dan online, bersama-sama mendukung kami mempromosikan pelaksanaan Sail Mansalaar 2015 di Pulau Mursala,” pinta Bonaran.
Sail Mansalaar, katanya, sebuah pertunjukan kapal layar dan kapal perang berskala internasional yang akan digelar di Pulau Mursala (Mansalaar Island). Negara-negara di dunia akan mengirimkan parade kapalnya.
“Sudah pasti pembangunan sarana pendukung berbiaya triliunan rupiah akan dikucurkan ke daerah Tapteng. Pemberitaan media sangat kami butuhkan di sini, karena itulah kenapa saya sebut tugas membangun Tapteng itu 50 persen tanggungjawab wartawan,” terangnya.
Sebelumnya Ketua PWI Cabang Sumut, Muhammad Syahrir, menjelaskan apa itu wartawan dan media, bagaimana tugas-tugasnya, kewajiban, dan hak-haknya. Juga mengenai UU No.40 tahun 199 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Di penghujung acara, Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang, bersama seluruh Sekretaris Daerah, pimpinan SKPD, dan Kabag Humas Iwan RM Sinaga, menyematkan ulos kepada perwakilan peserta dan pemberian cinderamata plakat Tapteng.
Untuk menghibur sekaligus menyampaikan perasaan terdalam terhadap Tapteng kepada semua peserta, Bonaran Situmeang dan seluruh jajaran menyanyikan lagu Batak yang telah diaransemen, Sotung hu loas ho Tapteng di ago arsak, yang diakhiri salam Horas Tapteng!!! Pertemuan ini juga dihibur oleh artis Batak Trio Elexis dengan judul “Galau” yang merupakan karya Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang SH.M.Hum dan komedian Batak si Timba Laut.
BUPATI Tapteng, Raja Bonaran Situmeang (7 dari kiri) dan para pimpinan SKPD, diabadikan bersama perwakilan pemimpin redaksi, koordinator liputan, dan kepala biro media se Sumatera Utara dengan salam khas “HORAS TAPTENG” di aula Hotel Bumi Asih Pandan, Selasa (25/3) malam.
Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang menyerahkan cinderamata kepada PWI Cabang Sumut, Drs. Muhammad Syahrir
Bupati Tapteng, Raja Bonaran Situmeang didampingi Kabag Humas Tapteng Iwan R.M. Sinaga SH saat diwawancarai oleh awak media peserta temu ramah.
(By: Humas/pemkab.Tapanuli Tengah)